Rabu, 22 Juni 2011

Hujan Kemarin

Terinspirasi.. sama lagunya TaxiBand hehe .. *perasaan cerpen-cerpen aku terinspirasi dari lagu aja deh kayak Lagu Rindu haha yang terinspirasi dari lagunya Kerispatih*

Kemarin ku dengar kau ucap kata cinta
Seolah dunia bagai di musim semi

5 Desember 2009

-ALVIN POV-

“jawab gue dong vin !!!” 

“bi…bisa diulang lagi shill? A..apa maksud loe barusan?” ucapku gugup bercampur kaget. Terluar biasa kaget.

Apa yang baru saja dikatakannya ? Sesuatu yang membuat ku melambung tinggi hingga ku tau akhirnya aku harus terhempas kebumi juga. Merasakan hal yang sudah tak ingin kurasakan lagi.

“iya vin, gue pengen kita balikan lagi. Gue sadar kalau gue bener-bener cinta sama loe. Sekarang jawab gue!!!” Akunya di hadapanku sekarang. Payungku terbang terhempas angin karena aku memang tidak memegangnya dengan kuat, tubuhku lemas mendengar perkataannya, aku membiarkan tubuhku diguyur hujan yang cukup deras.

“hey.. loe kenapa? Kenapa payungnya loe lepas, sekarang hujan. Nanti loe sakit” ucap gadis dihadapanku ini sambil memayungiku dengan payung biru langitnya.

Kau datang padaku membawa luka lama
Ku tak ingin salah semua seperti dulu

“sakit yang bakalan gue derita karena hujan gak akan separah sakit yang gue derita karena loe!” ucapku lantang sambil menatap wajahnya. Wajah kekasihku, ya kekasihku 3 tahun yang lalu. 

Sekarang dia hanyalah orang yang benar-benar tak ku kenal. Sikapnya tak kusuka. Dan dia memang benar-benar bukan shillaku yang dulu. 

“tapi vin, please maafin gue selama ini. Gue tau gue salah dan sekarang gue pengen ngerubah kesalahan gue itu. Please terima gue lagi!” pintanya sambil mengguncangkan tubuhku kecil. Apa maksudnya ? apakah dia tidak mengerti ? apakah dia tidak merasakan sakit yang selama ini aku rasakan ? semudah itukah ia bicara ingin kembali kepadaku ? dasar !!

“gue nggak bisa shill sorry..” ucapku padanya, shilla,  yang aku lihat sekarang mata beningnya yang dulu selalu aku tatap karena meneduhkan jiwa mengeluarkan bulir-bulir air mata. Ia mengangis.
“tapi kenapa vin ?” katanya keukeuh.

“karena gue nggak mau salah ambil keputusan kayak dulu. Gue nyesel pernah kenal sama loe.”

“nggak vin, gue yakin loe masih cinta sama gue kan? Atau ada perempuan lain yang bikin loe lupa sama gue?”

Menyedihkan sekali mendengar dia berbicara seperti itu padaku. Asal dia tau selama ini hanya dirinya, wajahnya dan namanya yang selalu menghantuiku setiap hari, seandainya ia tau bagaimana perasaanku terhadapnya yang tulus dan besar, akankah ia tetap mengkhianatiku ? Namun seberapa besar perasaanku terhadapnya, sekarang semuanya telah berubah, aku akan mengubur dalam dalam perasaanku itu. Tak akan pernah aku gali lagi. Tak akan pernah lagi.

Tak ingin lagi rasanya ku bercinta setelah kurasa perih
Kegagalan ini membuat ku tak berdaya
Tak dapat lagi rasanya ku tersenyum setelah kau tinggal pergi
Biar ku sendiri tanpa hadirmu kini lagi

 “asal loe tau bukan itu alesan gue. Gue udah nggak mau ketemu loe lagi. Gue pergi” kataku sambil melangkah pergi dan membelakanginya untuk membawa payungku yang tertidur dengan nyaman dia atas tanah yang basah terkena guyuran hujan.

“tunggu vin, tolong jawab pertanyaan gue yang barusan vin, tolong loe jawab dulu!” jeritnya padaku. Ah.. dasar wanita, cerewet sekali. Kenapa aku bisa jatuh cinta padanya? Oh tuhaaan…

“denger shill, gue udah nggak mau ngerasain cinta lagi. Perasaan gue udah mati buat yang namanya cinta. Udah cukup gue sakit dan gue udah nggak mau lagi ngalamin hal kayak gini untuk kedua kalinya.”

“masa sampe segitunya vin? Apa loe mau dihidup loe gak ada cinta sama sekali, bukannya itu kerasa hambar?”

“ya mungkin hambar. Tapi mau gimana lagi, gue udah gagal. Dan kegagalan itu ngejadiin gue orang yang kayak gini. Mau nggak mau loe harus terima.”

“vin tapi kali ini gue serius mau balikan sama loe”

“please shill, jangan ganggu gue lagi, gue udah nggak bisa nerima loe lagi dan cinta sama loe lagi sejak loe ninggalin gue dan sejak loe buat luka di hati gue.”

“vin…hiks..hiks…” tangisnya tambah menjadi, mukanya merah, mungkin ia marah padaku, tapi toh, dulu pun aku begitu aku marah padanya saat aku tau dia selingkuh.

“biarin gue sendiri shill, jangan ganggu hidup gue lagi, jangan datang kehadapan gue lagi, biarin gue ngejalanin hidup tanpa loe, selama 3 tahun ini gue udah berhasil dan jangan bikin gue nggak bisa ngelakuin hal ini lagi.” Akhirnya kau meninggalkan gadis itu sendirian yang masih menangis.

Kau datang padaku membawa luka lama
Ku tak ingin salah semua seperti dulu


FLASHBACK ON

“vin loe tau nggak shilla kemana?” Tanya ify, teman sekelas shilla. Aku bingung, apa maksudnya? Bukankah shilla berkata padaku dia akan pergi menemui ify ketika pulang sekolah?  Shilla kemana?

“lho? Bukannya shilla mau pulang bareng loe? Tadi waktu gue ke kelasnya buat nganterin dia balik, dia bilang nggak usah, karena dia mau pulang bareng loe.”

“trus dia kemana dong vin ?” tanya ify padaku. Aduuh jangan tanyakan itu, karna aku pun tak tau.

“mungkin dia di kantin. Coba kita cari deh yuk!” ajak ku pada gadis dihadapanku sekarang. Dia menganggukan kepalanya.

Kami berdua mengitari kantin yang memang sudah mau sepi, ini kan sudah jam pulang sekolah. Tapi aku tak melihat sosok yang dari tadi aku dan ify cari, shilla. 

“nggak ada vin, shilla kemana ya? Apa dia udah balik duluan?” Tanya ify sekali lagi padaku.

“mungkin kali ya fy, coba deh gue telphon dulu.”

Aku mencoba menghubunginya, namun sayangnya hpnya tidak aktif. Ya ampun dia kemana?

“ssshh nggak aktif fy” desahku.

“iya kayaknya dia udah pulang” jawab ify . Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku. Aku menoleh.

“vin nyari shilla ?” tanyanya. Ah, patton.

“iya. Loe tau dia dimana?

“mungkin ruangan olahraga bisa jawab pertanyaan loe. Siap siap ya vin!” ucapnya padaku. Siap siap? Apa maksudnya? Ify sendiri hanya mengernyitkan keningnya. Kenapa dia tau shilla disana?  Aku tau patton anak basket, pasti dia habis dari ruang olahraga. Tapi kan shilla bukan, ada kepentingan apa dia disana?

“mau kesana fy ?” Tanyaku

“nyok!!” jawabnya tersenyum.

Aku dan ify berjalan beriringan menuju ruang olahraga. Untuk apa shilla disana? Dan seakan menjawab pertanyaanku sebuah pemandangan yang sampai saat ini belum bisa aku lupakan terjadi disana.

“Shillaaaa !!!!” pekik ify. Aku hanya diam tak bisa berkata apapun setelah melihat kejadian di depan mataku. Tubuhku lemas seketika.

Orang yang berada di dalam ruangan olahraga itu menoleh. Gadis cantik yang memang sudah ku ketahui dia adalah kekasihku sedang berduaan dengan seorang pemuda yang kuketahui adalah kapten tim basket sekolah kami. Berani beraninya dia mencium kening shilla ?

“Ify !! Al…vi..n” pekiknya menyebut nama ify dan menggumamkan namaku.

“Shill loe apa apaan?” Tanya ify lantang. Aku masih diam.

“gu.. guee” ucapnya terbata-bata. Ah, dasar gadis pengkhianat. Dari situ aku langsung menghampiri mereka berdua, memberikan bogem terkuatku pada lelaki tak tau malu ini dan menampar kekasihku sendiri yang detik ini menurutku sudah bukan kekasiku lagi. Sakit…. Hatiku sakit ketika melakukannya. Menampar wanita yang sangat kucintai…

FLASHBACK OFF

Tak ingin lagi rasanya ku bercinta setelah kurasa perih
Kegagalan ini membuat ku tak berdaya
Tak dapat lagi rasanya ku tersenyum setelah kau tinggal pergi
Biar ku sendiri tanpa hadirmu kini lagi

6 Desember 2009

“maaf atas kelakuan gue dulu shill, yang udah nampar loe. Asal loe tau hati gue sakit ngelakuin itu tapi….luka hati gue lebih sakit lagi shill ketika tau loe khianatin gue” ucapku sambil menatap langit yang mendung seakan tau perasaanku yang tak karuan setelah bertemu dengannya lagi kemarin.

“kenapa dulu loe jahat shill?”

“dan kenapa loe harus datang lagi? ngerobohin semua pertahan gue selama 3 tahun ini.” Aku memandang photo gadis ituyang berda di hpku, photo yang selama 3 tahun ini tak pernah kulihat, ya gadis itu memang belum sepenuhnya aku lupakan, sulit sekali melupakannya. 

“kenpa harus gue shill? Kenapa gue harus dan pernah jatuh cinta sama loe?”

Aku bodoh. Menyalahkan takdir yang pernah mempertemukanku dengan shilla. Sekali lagi aku memandang langit. Sudah gelap sekali seharusnya aku cepat cepat pulang. Lagi pula taman yang kudatangi hari ini sudah muli sepi. Taman yang masih indah seperti 3 tahun lalu ketika aku masih bersama shilla, lagi lagi memori itu terlintas dan menempel tak mau pergi dari otakku.

Tanpa kusadari air mulai jatuh. Awan sudah tak kuat menahannya. Semakin lama semakin deras. Aku masih tak bergeming. Aku masih duduk di bangku panjang taman itu. Menengadahkan wajahku ke langit, berharap rintik rintik air itu yang semakin deras dapat menghilangkan seorang shilla dari pikiran dan hidupku. Ah semoga saja !!

Aku pun tersadar. “Ah, hujan! Kemarin juga hujan. Gue lupa bawa payung” gumamku sambil berjalan meninggalkan taman itu walau  aku tau tubuhku sudah basah kuyup, tapi aku sama sekali tak berniat untuk berteduh mengunggu langit selesai menagis.

Hujan kemarin

-ALVIN POV-

Pengkhianatan menjadikan aku orang yang tak pernah mau lagi untuk tersenyum menyambut dunia. Hujan kemarin seolah menjadi saksinya, betapa aku memang lemah karenanya.

-SHILLA POV-

Aku menyesal membuatnya terluka. Sangat sangat menyesal. Pernah menancapkan pisau dihatinya. Hujan kemarin menjadi saksinya, betapa aku memang jahat terhadapnya.

THE END ...

Selasa, 21 Juni 2011

Hidup Ribet Gak Sih ???

Hidup kayaknya nggak akan ribet kalau dibuat santai, tapi tetep aja kalau kesabaran udah habis buat ngadepin yang namanya MASALAH rasanya pengen pergi aja dari dunia *woelaaahhh* coba kalau setiap masalah ada jalan keluarnya *emang ada dodol* ya tapi emang disitu intinya, susah banget buat cari jalan keluar yang tepat. Berdo'a? udah. Berusaha? udah. Tinggal ngapain? Bengong? iya emang cuma nunggu yang bisa dilakuin, toh untuk nyelesein masalah cuma dua hal itu kan yang harus kita lakuin. 

Katanya hidup jangan dibikin ribet. Haus ya minum, lapar ya makan, ngantuk ya tidur. Gampang kan? Kalau ngerasa idup ribet, berarti bukan Tuhan yang salah, tapi ANDA-lah yang bikin idup itu jadi ribet. Toh Tuhan nggak pernah dan emang nggak akan salah, lagian Tuhan udah bikin hidup ini semudah mungkin kok plus sesuai dengan kemampuan kita. 

You With Me ??????
Setuju dong pasti . Ya kan ??? hahahahaha

Senin, 20 Juni 2011

Seandainya Aku Berani

Semua orang pasti pernah mengalami ini
"Hidup Yang Tergambar Sulit"
Ingin sekali untuk mencari celah , melarikan diri
Ingin sekali untuk terlepas dari ikatan semua masalah yang menimpa
Tak ingin menangis untuk menghadapi semuanya
Namun terkadang aku tak sanggup menahannya
Semuanya ... akhirnya keinginan itu gugur
Setelah Butiran hangat itu jatuh
 
Berteriak !!!!!
Tetapi sayang , suara itu tak pernah bisa keluar
Selalu tertahan di dalam hati
Menangis dengan kencang !!!!!
Namun apa boleh buat , hanya isakan lembut yang terdengar

Menahan lagi dalam hati
Selalu dalam hati
Mencoba kuat dengan segala tekanan batin yang ada
Kesal !!!!!


Apapun yang selalu aku lakukan tak pernah 
Membuatku merasa tenang untuk waktu yang lebih lama
Andai aku berani ...
Andai aku berani mengatakan yang sebenarnya
Isi hatiku ...
Yang dari dulu memang hanya Tuhan dan aku yang tahu !!!

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
Kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
Kepada hujan yang menjadikannya tiada

*Sapardi Djoko Damono >_<
keren banget tuh hahahahaha


Playboy Banci

Hai brothers hai sisters kenalin gue …..

“playboy” teriak cewe di kelas gue.

Gue baru aja dateng, udah ada yang bikin gue makan ati, mending gue beli teh botol sosro deh *ozy teu nyambung ah* Ulang !!! gue AHMAD FAUZY ADRIANSYAH *maaf kalau namanya salah*, orang orang pada manggil gue…

“Dasar Playboy iiihh”

Satu cewe lagi yang bikin gue enek, kenapa sih pada manggil gue kaya gitu. Trus gue Tanya tuh sama sobat gue…

“elo sih gunta ganti cewe mulu, udah berapa kali loe ganti cewe?? hah??? 21 tau nggak?? DUA PULUH SATU ZY” kata si dedev nyeramahin gue. Jawaban yang sumpah gue gak butuh banget.

“loe gak tau sih kenapa gue ganti ganti cewe” jelas gue ke si deva.

“ah sama aja bro, orang playboy macem elo mah pasti alesannya gue belum nemuin orang yang tepat, basi tau nggak??? Gue heran sama cewe cewe yang mau maunya sama elo. Gantengan juga gue!” beuh si deva minta ditimpuk tuh.

“ganteng mata loe belo??? Yang ada juga tetep gantengan gue. Elo gak tau masalah yang sebenernya sih!!!”

“Masalah apaan lagi sih? Idup loe ribet ya? Penuh dengan masalah, gue terharu…” devaaaaaa loe ngemeng naon sih????

“ngomong apaan sih loe, kagak ngerti gue”

“kalau gitu kagak usah dimengerti, karna sumpah gue juga gak ngerti heheheheh” gue sumpel juga nih mulut loe, Dev…

“yeee elo mah gue serius. Selama ini gue ganti ganti cewe karena gue belum pernah ngerasain kenyamanan yang berarti di samping cewe” lebeh banget omongan gue, tapi that is true brothers sisters..

“kenyamanan apa lagi yang loe cari??? Selama ini gue perhatiin mantan mantan loe baik baik, gak pernah macem macem, bahkan yang terakhir si Acha, sumpah dia tuh bintang sekolah, cantik, baik, pinter, tajir, murah senyum, kurang apa lagi coba? Semua kenyamanan untuk jadi cowonya udah ada, kagak perlu dicari lagi, eh taunya loe putusin dia seminggu seudah loe jadian, masa pacaran loe yang paling pendek, mana loe mutusin pas udah apel dari rumahnya lagi” deva certain semuanya tentang gue, apal banget ya dia, gue terharu… ada yang punya tissue gak???

“bukan itu kok yang paling pendek, yang paling pendek itu, waktu sama keke, Cuma setengah jam gue pacaran sama dia” kata gue tertunduk lesu.

“oia gue lupa, keren bro, rekor tuh!! hahahahahaha” si deva gak nenangin gue banget sih.

“dan sekarang gue dicap playboy deh, padahal gue gak bermaksud kayak gitu… gue sayang kok sama mereka semua” sumpaaaahhh ada yang bawa tissue gak?? Rasanya gue mu mewek aja, abis itu terjun deh ke sumur, BUNUH DIRI. Tapi hal itu gak akan gue lakuin sekarang, ntar deh kalau gue emang udah bosen idup.

“makanya loe berenti deh mainin cewe” jelas si deva

“udah gue bilang , gue gak mainin mereka. Gue sayang sama mereka tapi yang kayak gue bilang tadi gue gak nemuin kenyamanan di sisi mereka”

“playboy mencari kenyamanan, nah kalau disuruh ngarang cerita pas pelajaran bahasa gue mu bikin cerita tentang elo ah, terinspirasi gue.. hehehehe” kapan sih loe dev, bisa serius…

“please deh dedev, gue cium juga loe, bawel dari tadi, omongan loe gak ada yang mutu sama sekali tau nggak??” gue kesel..

“ihhhhhhhhh najisss tralala gue dicium makhluk macem loe??? Ogaaahhh, eh gue kagak maho ye, jangan tarik gue ke jurang kesesatan, elo SESAT tau nggak?”

“mangkenye dengerin gue ngomong itu serius, kasih gue saran juga  yang serius!!”

“oke.. sekarang kita cari letak permasalahan loe itu, kenapa sih loe bisa ganti cewe sampe 21 kali, ceritain deh ke gue apa yang salah”

“masa gue harus certain masalah gue sama 21 mantan gue sih??”

“yodah kasih sampel deh”

“3 cewe ya, Olivia, keke, sama acha aja ya. Jadi gini…….” Gue mulai cerita….

FLASHBACK ON

“jadi loe terima gue liv?” Tanya gue sumringah, iyalah cinta gue diterima sama cewe yang gak biasa, cewe yang beda dari yang lain.

“iya gue terima loe zy” kata Olivia ngulang tanda terimanya.

“yeeessss” loncat loncat dah gue disitu. “yodah gue anter loe pulang ya??”

“bolehh. Yukk!!” katanya sambil narik tangan gue.

Sebulan full deh gue jadian sama Olivia, hubungan kita mulus mulus aja, sampe suatu hari, pas gue mu anterin dia pulang, dia gak mau, katanya abangnya yang bakalan jemput, yaudah gue temenin dia di depan gerbang nungguin abangnya, gak lama, cowo serem berotot besar  ngehampirin kita berdua..

“itu abang gue udah dateng, yuk ” oliv narik tangan gue ngedeketin si empunya muka yang seremmm..

“i..i..yaaa” kata guge gugup, abis tampangnya sumpaaahhh sereeemm banget, mirip, PREMAN belokan di deket rumah gue.

“bang, kenalin ini pacar oliv, namanya ozy” kata oliv ngenalin gue ke abangnya. Gue Cuma nganggukin kepala sambil ngulurin tangan.

“masuk duluan sana ke mobil” kata abangnya oliv ke oliv, oliv nurut.

“gue duluan ya zy” katanya ke gue. Gue Cuma senyum.

“Ozy bang” kata gue sambil ngulurin tangan lagi.
Abangnya oliv ngeraih tangan gue dipegangnya tangan gue sekuat tenaga, sampe tau nggak?? Gue kesakitan, gue ngeringis deh disitu.

“baru segini aja, udah kesasitan setengah idup gitu loe!!!” katanya sambil melotot, “heh kalau mau macarin  ade gue, loe harus punya otot kayak gue” katanya ngeliatin otot ototnya sama gue. Duuuhhhh gue gak sanggup deh kalau kayak gini….

“gue tunggu loe seminggu lagi, gedein dulu tuh otot, baru bisa jalan bareng oliv” katanya sambil pergi. APPPAAAAA yang tu orang omongin sama gue?? Sebuah tantangan kah???

“OKE” kata gue mantap. “GUE PUTUSIN AJA DEH SI OLIV, dari pada gue mati perlahan lahan di tangan abangnya.” Kata gue sambil ngibrit balik ke rumah.

Semenjak gue mutusin oliv, gue gak pernah tau kabarnya lagi, soalnya oliv juga beda kelas sama gue, dan gue juga gak mau berurusan lagi sama dia, apalagi sama abangnya, bisa mati ditimpuk barbel gue…

FLASHBACK OFF

“WAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAAK” deva ngakak banget denger cerita gue barusan.

“tuh kan elo tuh Cuma bisanya ngeledek gue mulu”

“waakakakakakakakaka gkkgkkgkgkgkg abis gkgkgkgk loe lucu hahhahahahaahh hmmmmppptt…” gue sumpel tuh mulutnya si Deva pake kaos kaki gue, boong deh, pake roti maksudnya.

“lain kali gue sumpel batu baru nyahok loe!!!”

“untung gue kagak mampus tadi, gimana kalau gue mampus?? Sekolah bisa kekurangan cowok ganteng.” Kata si deva pede.

“mu diterusin nggak nih cerita??” Tanya gue

“monggo Lanjutkan, gitu kata pak esbeye hehehehe”

Gue mulai cerita lagi, kali ini waktu gue jadian sama keke.

FLASHBACK ON

“loe serius mau nembak keke?” Tanya si deva.

“serius lah, ozy gak pernah gak serius” kata gue.

“tapi loe belum terlalu kenal kan sama dia, loe Cuma tau namanya aja sama kelasnya” sanggah deva lagi

“masalah kayak begituan mah, bisa diatur ntar pas udah jadian” kata gue sambil ngeloyor pergi nyamperin keke.

“dasar bego, dimana mana juga pendekatan dulu baru penembakan” kata deva setengah teriak ke gue, tapi gak gue gubris omongannya.
Gue ketemu keke di perpustakaan dua hari yang lalu, dan gue langsung suka sama dia. Dia lagi kesusahan ngambil buku gitu jadi gue bantuin deh.

“hai ke..” sapa gue ke dia.

“eh ozy..” katanya sambil senyum, manis banget.

“ke ikut gue yuk duduk sebentar, ada yang mau gue omongin ke elo.”

“boleh, kalian duluan aja ya aku masih ada urusan” kata keke ke temen temennya.

Di bawah pohon beringin gue ajak duduk tuh si keke, tempat di sekolah emang gak ada yang romantis, makanya jangan pada heran kalau gue malah ajak keke duduk di bawah pohon beringin, jangan mikir macem macem, gue gak akan ngepet kok!!!

“ke gue mau jujur sama loe,, setelah kejadian di perpustakaan dua hari yang lalu, sumpaaahh gue gak bias ngelupain loe ke..” kata gue jujur sekali. Ozy kan emang cowo jujur heheheh

“ah kamu zy, bisa aja” kata keke sambil senyum malu malu.

“serius, kayaknya gue suka sama loe ke, mau nggak loe jadi cewe gue ke?”

“aduuuhh gimana ya??? Kita kan baru kenal, loe gak akan nyesel kalau jadian sama gue??” Tanya keke

“sebelum gue nembak loe, gue udah pikirin mateng mateng tentang ini, masalah diri kita masing masing, kalau kita udah jadi, yang kayak gitu bakalan tau sendiri seiring berjalannya waktu”  kata gue lebeh supaya gak ditolak

Keke mikir, gue harap harap cemas.

“please ke jangan tolak gue” kata gue melas.

“oke deh gue coba zy” BINGO !!! hahahahahaha

“asyiikkk” kata gue, kalau dulu pas diterima oliv gue loncat loncat sekarang gue jingkrak jingkrak heheeh sama aja kali ya.

“kalau gitu zy, bisa anterin gue gak ke rumah sakit depan sekolah?” Tanya keke ke gue yang bikin gue kaget, gue takut sama rumah sakit apalagi dokter, ada yang bikin gue trauma sama dokter. Kebetulan sih depan gedung sekolah gue emang ada rumah sakit, Cuma tinggal nyebrang jalan raya doang dari sekolah.

“ma..mauu ngapain ke?” Tanya gue heran plus gugup.

“udahh ikut aja yuuk, ntar juga tau” keke narik tangan gue.

Sampe deh kita di dalem rumah sakit, keke bawa gue ke ruangan salah satu dokter disitu, kebetulan di dalem juga ada pasien.

“mah.. kenalin ini pacar baru keke, namanya ozy” kata keke ngenalin gue ke dokter wanita itu yang ternyata adalah mamanya keke.

“si..si..siang tante“ kata gue gugup, keulang lagi deh kejadian kayak begini.

“ohh gitu ya” kata mamanya keke sambil deketin gue selangkah tapi gue mundur selangkah, mamanya keke maju lagi selangkah, gue mundur lagi selangkah, mama keke kayaknya kesel dia maju  tiga langkah tapi gue lari sekenceng mungkin dari situ sambil teriak..

“huuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaa gue gak mau disuntiiiikkkkkkkkkkk” mama keke maju maju itu sambil bawa suntikan, makanya gue mundur mundur sampe akhirnya gue ngibrit keluar.

“loh ozy???” teriak keke, dia heran sama tingkah laku pacar barunya alias gue.

FLASHBACK OFF

“Pas sampe diluar rumah sakit gue langsung sms keke minta putus, gue gak kuat kalau lama lama berurusan sama yang ada hubungannya dengan dokter ataupun rumah sakit” jelas gue pasang tampang waswas

“ bener bener gak nyampe satu jam masa pacaran loe sama keke. Udah gue bilangin jangan asal tembak cewe aja kalau loe belum kenal” gue Cuma diem.

“sejak saat itu gue gak mau ketemu keke lagi, gue malu, apalagi kalau gue ketemu mamanya, bisa tengsin banget gue”

“makanya loe selalu nyebrang deket bengkel  karena gak mau ketemu mamanya keke di depan rumah sakit kan?” gue ngangguk.

“yodah lanjut deh sama mantan loe yang terakhir si acha, gimana ceritanya loe bisa putus”



FLASHBACK ON

Seminggu yang lalu gue abis nembak cewe terpopuler di sekolah dan satu kelas sama gue, namanya RAISSA ARIF, tapi suka dipanggil acha, dan gue diterima. Hahahahaha suatu kebanggaan bukan??? Sekarang gue lagi mau kerumahnya, mau ngapel gitu…

Gue turun dari motor kesayangan gue, dan ngetuk pintu rumahnya acha, tapi…

“guuuuuuggg gugggggg gguuuugggggg” *anggep suara anjing*

“astagfirullahhaladzim” kata gue sambil loncat meluk tiang rumah acha sambil ngurut dada.

“kaaaampreeeeeett tu anjing, ngagetin gue aja” gue gak tau kalau di rumahnya acha ada anjingnya, gue gak ngeliat, ternyata emang kandangnya ditaro di pojok kiri halaman.

“guuuuuuggggggg guuuggggggggg guuuugggggggggggg” anjing itu tetep aja berkicau.. *penulis: maap penulis ralat ya bukan berkicau tapi menggonggong, ozy salah tuh* *ozy: terserah gue dong orang gue yang cerita* *penulis: -_-*.

Toookk toookkk toookkk…… gue gedor alias ketuk pintu rumah acha sekenceng mungkin, gue takut digonggongin anjing mulu. Gak lama pintu kebuka, yang bukain acha.

“ozy?” Tanya dia heran ngeliat gue udah di depan rumahnya, gue sengaja gak ngasih tau dia gue bakal dateng, mau ngasih surprise ceritanya, tapi malah gue yang dikasih surprise gonggongan anjing. Ampun daaahh !!!

“ozy loe kenapa?” Tanya acha sambil megang kening gue. Kayaknya dia heran ngeliat muka gue yang pucat pasi. “ayo masuk” acha nyuruh gue masuk dan langsung ngasih gue minum.

“loe kenapa zy?” masih dengan pertanyaan yang sama.

“gu..guee.. gak papa kok cha tenang aja ya” kata gue berusaha santai padahal asli gue masih shocked.

Akhirnya acara apel gue yang gue kira bakalan mulus mulus aja berakhir sudah, gue pamit pulang sama orang tuanya acha, acha nganterin gue sampe pintu depan. Pas gue lagi naikin motor gue, tu anjing masih aja mengeong *penulis: aduuhh ozyy yang mengeong itu kucing* *ozy: penulis protes mulu sih dari tadi, diem aja loe!!* *penulis: diam ngunci mulut*

Gue bergidik, acha ngeliatin gue setengah khawatir. Gue Cuma bias senyum nenangin pikiran, dan gue gak mau keliatan keki di depan acha, gue gas motor sekenceng kencengnya keluar rumah acha setelah sebelumnya gue lambaikan tangan gue ke acha. Eh tu anjing gonggongannya ,makin kenceng aja. Dasar hewaaaannn !!!

FLASHBACK OFF

“jangan bilang loe mutusin acha gara gara loe takut sama anjing rumahnya ya?” kata si deva yang ngena banget omongannya.

“heheheh tapi emang itu kenyataannya, gue mutusin acha karena itu. Gue takut kalau ntar gue mau apel ke rumahnya gue malah digonggongin lagi, emang tu anjing pikir gue mau maling apa????”

 “waaaaahh elo mah emang tampang maling, pantes aja digonggongin anjing mulu, elo sih pake tebar pesona segala sama anjing, dapet karma kan tuh” si deva emang bener bener mulutnya kudu disumpel kaos kaki kali ya??

“eh jamblang, siapa yang tebar pesona sama tu anjing?? Gue kagak pernah nemu anjing macem begituan, pesona gue mah kagak usah ditebar tebar juga emang udah semerbak kemana mana” kata gue pede

“iye semerbak baunya sampe anjing aje demen same elu..hehehehehehwakakakakakakaka”

“ayolah dedev, katanya mau cari letak permasalahan gue, nah menurut elo dari hasil sampel tiga cewe itu, kesalahannya apa ya?”

“eh elo emang bego apa pura pura bego sih? Elo kagak nyadar kalau semua kesalahan itu elo yang buat sendiri dan terletak di elo”

“kamsud loe?” Tanya gue bego, abis gue gak ngerti omongannya si deva, si deva harus ngomong bahasa jepang dulu baru gue ngerti hahahahaha

“anata wa baka desu” kata si deva ngeluarin bahasa andalannya

“nah loh? Apaan ntu artinye?” gue gimana sih, giliran deva pake bahasa jepang gue jadi tambah puyeng, ribet amet idup gue.

“abaikan deh omongan gue yang barusan, gini elo harusnya berani nembak cewe dan jadi cowonya berani juga dong nerima resiko, elo gak gentle hadapin sesuatu baru dikasih tantangan abangnya oliv yang jeger aja, udah ciut, ketemu dokter aja ngibrit, dan yang terakhir Cuma digonggongin anjing aja elo sampe kehilangan seorang bintang sekolah, ampun dah zy gue sama elo…”

Gue Cuma diem mikir, iya si dedev emang bener gue terlalu takut sama semuanya, padahal jelas jelas gue sayang sama mantan mantan gue.

“pantesan aja ya dev gue dibilang……” kata kata gue dipotong sama seseorang

 “PLAYBOY BANCI !!!!” kata kata itu keluar dari mantan terakhir gue, si acha dan sumpah bikin hati gue sakit setengah idup.

Inilah kisah gue sampe gue dibilang ….

“PERGI LOE !!!!! DASAR UDAH PLAYBOY BANCI LAGI” kata acha.

“iye ..iye.. gue pergi cha” kata gue yang dari tadi ternyata duduk di kursinya acha. Sumpah gue gak nyadar banget dari tadi, apa yang ngerasukin gue sampe gue duduk di kursi acha.

“pssstt kenapa loe gak nyuruh gue pindah dari kursinya si acha” kata gue nyenggol si deva. Asli komentar si deva Cuma….

“kangen loe ya sama si acha, kangen acha apa anjingnya??? hehehheheheehehhehehehehhehe”

kampreeeeeeeeeeett si deva ledekin gue terus, akhirnya gue kejar kejaran dah tuh di kelas sama si dedev, sampe akhirnya gue jatuh gara gara ujung kemeja gue nyangkut ke ujung meja. ASLI bin HALAL 100 % gue MALU berat.
Oke deh segitu dari gue, buat para cowo, jangan kayak gue ya, berani mencintai berani nanggung resikonya. SUN SAYANG DARI GUE….. AHMAD FAUZY ADRIANSYAH.